sudah lama tidak update blog rumah ayezza,
banyak banget yg mw ditulis tp pegang kompinya yg selalu buru2 :D
awal tahun diawali sebuah berita duka dari tetangga depan rumah mama, yg mendadak suaminya dipanggil Allah.
langsung seperti diingatkan bahwa hidup tidak lama dan jangan sia-siakan masa yg ada ...
juga membuka mata, bahwa apapun itu usaha kita istri harus kreatif untuk tetap berkarya dimanapun sebagai bekal ketika tiba-tiba hal yg tidak diinginkan terjadi.
awal tahun juga belajar dengan keluarga tercinta di malang, belajar baking dengan ahlinya baking "mama dika" bikin roti ala roti boy dan lumpur lapindo :D
di malang selalu membuat pikiran fresh ..
pindah malang aja mb ? kata bunda ibra :D
masih belum plan kesana bunda.. tapi tetep malang adl. kota impian untuk tempat tinggal :D
Cukup dengan bersamanya, melihatnya setiap detik perkembangannya adalah anugerah terindah melebihi apapun dari gusti Allah. Aya dan Ezza keduanya dengan sifat berbeda...sampai hari ini Alhamdulillah Aya semakin memahami kemana ummi dan abinya membawa mereka .. dari ayapun aq banyak belajar .. aya tenang, merekam semua yg dia lihat dan dengar mencernanya kemudian menganalisa dengan caranya.dia protek terhadap orang yg baru dikenal namun sangat pemurah kepada orang yg dia nyaman dengannya .Ezza alhamdulillah semakin kesini semakin kelihatan kecondongan dia thd apa .. dia riang, cuek, cenderung memimpin dan kl serius bisa sangat serius ... alhamdulillah 29 miladmu persis spt tanggal lahir 29 november ..
mengenal 3tahun di stm,4tahun dibangku kuliah,6tahun sebagai teman kerja,jelang 5 tahun pernikahan kita
semakin kesini terlihat semakin matang pribadimu ...
cintamu pada keluarga sungguh anugerah terindah yg pernah ada bagi kami...
met milad abi..
aku, aya, ezza sangat bersyukur memilikimu ...
smoga tetap menjadi api hangat yg menerangi dan menghangatkan kami, keluarga, teman dan orang2 yg mencintamu ..
from
Ummi,aya,ezza
ibu ibu wirausaha bapak juga.. penghasilan ada tiap hari jd pikirannya sederhana tidak muluk2 ikut asuransi dll yg penting nabung dan belanja sesuai kebutuhan...
yg ibu lakukan membukakan tabungan atas namaku..
setiap minggu ibu beri uang untuk ditabung, saat itu masih di kantor pos.
tidak ditemani tapi dikasih instruksi dan uang.
instruksinya sederhana (saat tu kelas 1 sd)
"uangnya warna biru jadi 1000 (sambil nulis) nanti bilang bapaknya mw nabung kasihkan uangnya setelah selesai lihat dibuku tulisannya sdh berubah..kemarin sdh 10-000 jd tambah 1-000 (sambil nulis 10+1=11) kl tidak 11 bilang ke bapaknya salah"
dari sini banyak pelajaran :
1. mental menabung
2. keberanian (ada 2 berani bilang kl ada yg salah dan berani pergi sendiri)
3. mandiri
4. belajar tentang uang
5. belajar berhitung
ibu tidak pernah memberi uang lebih secara langsung tapi uang untuk menabung, selebihnya hadiah dari prestasiku ... selebihnya lg ibu tabung dlm bentuk emas (saat itu perhiasan krn belum melek emas dan tanah)
itu berlaku terus sampai ibu tiada.. jd mental menabung selalu ada sampai sekarang...
sederhana namun sangat besar dampaknya ...
Mama
mama dan papa pegawai jd penghasilan diterima tiap bulan..
mama menurutku TOP jempol 10 untuk urusan memanage keuangan terutama pendidikan..
pernah mama memakai asuransi, tapi karena beberapa kali berpindah domisili berkas2 asuransi hilang jd tidak bisa diklaim...
tapi yg tetap dilakukan mama adalah
- membuka tabungan atas nama masing2 anak sejak kecil.. setiap bulan pos2 itu diisi rutin.. biasa aja misal kommit 100rb/bln
- menabung di sekolah, misal perbulan spp 246rb maka mama akan bayarkan mis 400rb sisanya ditabung, baru setiap minggu mama nabung lg kl ada rejeki tambahan ..
jd ada 2 tabungan cadangan yg 1 jangka panjang yg kedua jangka pendek..
kommitmen mama luar biasa, dan bisa dilihat hasilnya ketika memanage ke-6 anaknya disekolah2 yg tidak bisa dibilang sekolah murah..
keduanya luar biasa ..
smoga bermanfaat untuk bunda2 smua :)
Ketika PRioritas bergeser...
ketika prioritas itu bergeser..
pelan namun pasti mulai nampak benar merah tujuan di dunia
pelan namun pasti mulai mengerti sebuah arti...
pelan namun pasti mulai belajar memahami naluri..
KEtika prioritas itu bergeser..
pelan namun pasti tertata ditempatnya
pelan namun pasti keindahan sejati memberi warna
warna sejati yg abadi .. INSyaALlah..
contoh lain juga inspirasi berdagang dalam kacamataku adalah ibu sendiri.. selain inspirasi kehidupan, inspirasi cara berdagangnya patut diacungi jempol...
ibu berdagang dengan hati, tiada rayuan mautpun senyum ibu yg tulus dan tawa renyahnya sudah bisa membuat orang untuk mampir dan beli, ke"khas" an ibu adalah senyum sumringahnya tanpa dibuat2, cara nawarkannya juga jujur apa adanya.. expansi pasar ibu memang tidak setajam kakaknya, model dagangnya seperti hobi, menjalani dng fun..selalu bahagia dan smua dinikmati..serius tapi santai ... semua pelanggan adalah sahabatnya, semua pedagang adalah sahabatnya.. ternyata prinsip itu adalah juga prinsip handal yg diajarkan ketika aku sempat mengenyam sekolah bisnis s2 tuppy :) cetak tebalnya adalah "orang akan membeli dari teman/sahabat/saudara.. meskipun banyak yg menawarkan tapi ketika anda adalah sahabat/saudaranya pasti dia akan lebih memilih anda dimanapun anda berada bahkan ketika harga yg ditawarkan bersaing bahkan lebih mahal sedikit" .. bisa ditarik benang merah disini adalah "trust" kepercayaan.. ibu sangat alami bersahabat dengan semuanya, senyum tulus tawa sumringah .. dan rasa bersahabat yg kuat bagai magnet menarik pelanggannya untuk lebih memilih dia daripada deretan pedagang lain.
selain rasa bersahabat ada lagi yg menarik dari ibu..
seperti cuplikan buku yg pernah aku baca namun sampai mengetik tulisan ini lupa siapa menulisnya dan judul bukunya intinya : "berdagang itu tidak melulu soal untung tapi harus mau rugi dan berbagi"
kl dijabarkan lebar sekali mungkin ya dan aq bukan ahli tentang itu, masih banyak belajar, namun dari contoh ibu adalah contoh sikapnya dalam berdagang yg mungkin bisa mewakili contoh kata2 diatas yaitu pernah suatu kali ada pelanggan datang, kali ini benar2 butuh, sepatu anaknya jebol sementara dia tidak punya uang, dengan hati2 pelanggan mengungkapkan ke ibu, dan ibu tanpa berfikir panjang langsung berujar : "wis monggo bu, dibawa aja dulu yg penting ujang tdk nyeker ke sekolah kasihan.." bukan sok baik, tapi saat itu aq lihat dimata dan senyum ibu benar2 tulus.dan
dan benar beberapa hari kemudian pelanggan datang membayar sepatu itu, tapi tidak dengan uang melainkan dengan beras. konsep disini berbeda dengan kita ngutangkan, krn sangat berbeda.. disini niat ibu membantu... tidak memberi batas waktu kapan dikembalikan bahkan mungkin tidak dikembalikan.. dan dalam pedagangan islam niat itu penting. kl memang niat orang itu membantu kita ..oklah kl kita santai2 saja ga membayar, tapi ingat kl di akad itu adalah berbayar dan kita diperbolehkan membawa dulu tetap itu adalah harus dibayar aka "HUTANG" dan hutang pertanggungannya berat.
(ssstt kok jd kesini lagi ya :(( :) )
jd inti tulisan kedua yg patut digaris tebal adalah "berdagang dengan hari, tulus bersahabat dan trust" ..
be continue...
sejak TK sdh bergelut dng buka lapak..bukan hanya bantu2 bahkan sdh terjun sendiri meskipun awal modal dr ibu.. SD riwa riwi bantu ibu di lapaknya, sampai SD kelas V megang Toko Istana bandu mba ponakan.. hasil dari lapak ituah bisa membiaya sekolah sendiri di SMP dan STM ...












