lapak Online vs offline (II)


contoh lain juga inspirasi berdagang dalam kacamataku adalah ibu sendiri.. selain inspirasi kehidupan, inspirasi cara berdagangnya patut diacungi jempol...
ibu berdagang dengan hati, tiada rayuan mautpun senyum ibu yg tulus dan tawa renyahnya sudah bisa membuat orang untuk mampir dan beli, ke"khas" an ibu adalah senyum sumringahnya tanpa dibuat2, cara nawarkannya juga jujur apa adanya.. expansi pasar ibu memang tidak setajam kakaknya, model dagangnya seperti hobi, menjalani dng fun..selalu bahagia dan smua dinikmati..serius tapi santai ... semua pelanggan adalah sahabatnya, semua pedagang adalah sahabatnya.. ternyata prinsip itu adalah juga prinsip handal yg diajarkan ketika aku sempat mengenyam sekolah bisnis s2 tuppy :) cetak tebalnya adalah "orang akan membeli dari teman/sahabat/saudara.. meskipun banyak yg menawarkan tapi ketika anda adalah sahabat/saudaranya pasti dia akan lebih memilih anda dimanapun anda berada bahkan ketika harga yg ditawarkan bersaing bahkan lebih mahal sedikit" .. bisa ditarik benang merah disini adalah "trust" kepercayaan.. ibu sangat alami bersahabat dengan semuanya, senyum tulus tawa sumringah .. dan rasa bersahabat yg kuat bagai magnet menarik pelanggannya untuk lebih memilih dia daripada deretan pedagang lain.
selain rasa bersahabat ada lagi yg menarik dari ibu..
seperti cuplikan buku yg pernah aku baca namun sampai mengetik tulisan ini lupa siapa menulisnya dan judul bukunya intinya : "berdagang itu tidak melulu soal untung tapi harus mau rugi dan berbagi"
kl dijabarkan lebar sekali mungkin ya dan aq bukan ahli tentang itu, masih banyak belajar, namun dari contoh ibu adalah contoh sikapnya dalam berdagang yg mungkin bisa mewakili contoh kata2 diatas yaitu pernah suatu kali ada pelanggan datang, kali ini benar2 butuh, sepatu anaknya jebol sementara dia tidak punya uang, dengan hati2 pelanggan mengungkapkan ke ibu, dan ibu tanpa berfikir panjang langsung berujar : "wis monggo bu, dibawa aja dulu yg penting ujang tdk nyeker ke sekolah kasihan.." bukan sok baik, tapi saat itu aq lihat dimata dan senyum ibu benar2 tulus.dan
dan benar beberapa hari kemudian pelanggan datang membayar sepatu itu, tapi tidak dengan uang melainkan dengan beras. konsep disini berbeda dengan kita ngutangkan, krn sangat berbeda.. disini niat ibu membantu... tidak memberi batas waktu kapan dikembalikan bahkan mungkin tidak dikembalikan.. dan dalam pedagangan islam niat itu penting. kl memang niat orang itu membantu kita ..oklah kl kita santai2 saja ga membayar, tapi ingat kl di akad itu adalah berbayar dan kita diperbolehkan membawa dulu tetap itu adalah harus dibayar aka "HUTANG" dan hutang pertanggungannya berat.
(ssstt kok jd kesini lagi ya :(( :) )

jd inti tulisan kedua yg patut digaris tebal adalah "berdagang dengan hari, tulus bersahabat dan trust" ..

be continue...